Postingan

Menampilkan postingan dengan label Culinary

Stockholm Syndrome Bogor

Gambar
This is not a sponsor post.   I received no economical reward in return.  I posted because I impressed. *** Hari gini, warung kopi kekinian sudah biasa bukan?  Variannya pun beragam; ada yang menjual kopi saja, ada pula yang menyajikan kopi plus snack, pastries serta makanan ringan, dan tidak sedikit kafe menyediakan semuanya berikut makanan berat. Nah, di Bogor kini ada kafe yang tidak biasa, yaitu Stockholm Syndrome Bogor.  Kedengarannya sudah provokatif, ya? Apa sih keunikan tempat ngopi ini, sampai saya bela-belain datangi padahal lokasinya saja nyempil, bukan di pinggir jalan raya. The Nordic Style Yang familiar dengan IKEA, pasti paham bagaimana style negara yang terkenal akan Aurora Borealisnya ini; desainnya sederhana, fungsional sekaligus dekoratif.  Palet warna yang digunakan sangat ringan, biasanya bernuansa monokromatik dan terang mencakup nuansa abu-abu dan biru serta banyak menggunakan warna putih.   Sebagai salah satu negara yang de...

My Korean Food Adventure

Gambar
I wrote  here , the best way to get to know the local you visit is by tasting the food.  Walaupun di Indonesia belakangan ini kuliner Korea relatif mudah dijumpai, khususnya di kota-kota besar.  Still the best way to savor the authentic cuisine is from the origin. Samgyetang Ginseng Chicken Soup, Seoul Ke Korea tanpa mencicipi Sup Ayam Ginseng (Samgyetang) ibarat ke Jogja minus makan gudeg.  Begitu perumpaan yang paling mendekati.  Dan saya terbilang beruntung karena dapat mencicipi Samgyetang di salah satu restoran (konon) terbaik di Kota Seoul. Maka di suatu siang, serombongan turis Indonesia berbaris menuju Korea Samgyetang beralamat di  Seoul-si Jung-gu Seosomun-dong 55-3 .  Ru mah makan yang hanya menyajikan sup ayam semenjak tahun 1960's ini,  selain tercatat dalam  50 Top “Hi, Seoul Korean Restaurants” oleh Pemerintah Kota Seoul juga  mendapatkan  Michelin Award di tahun 2018.  They put the Michelin sign on the wall...

Bangkok Street Food; Eating Like a Local

Gambar
"You have to taste a culture to understand it" --- Di kalangan traveler dunia, Bangkok adalah surganya makanan pinggir jalan.  Tidak hanya dari sisi keragamannya, makanan pinggir jalan atau Bangkok street food, juga dikenal akan rasanya yang menggoyang lidah serta harga yang ramah di kantong. Maka saat mengunjungi negara Gajah Putih ini beberapa waktu yang lalu, kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk membuktikannya. Live like a local, eat like a local.  Well actually, we were more   to eat like a local rather than live like them, hehe!  Pardon my Keminggris mode  😎 Beli air mineral di pedagang minuman asongan depan komplek Grand Palace Alasan lain milih  street food ? Dengan makan di jalanan sudah pasti kita akan berinteraksi dengan orang lokal secara langsung.  Menyantap hidangan yang diracik oleh penduduk asli mendekatkan pada akses mencicipi rasa yang lebih otentik. Singkatnya, ini adalah cara mudah kami sebagai pend...

Kreasi Baru Talubi Bika Bogor; Brownies Kukus Ketan Hitam Talas

Gambar
Adalah si  Bika Banana , tonggak kali pertama berkenalan dengan produk Talubi Bika.  Dilanjutkan dengan cheese cake dalam balutan  New York Style PREMIUM Banana Cheese Cake  ,  dimana sebelumnya sempat goyang lidah lewat  Bika Talubi Pillsbury Banana Cake .   Selesai hingga di situ?  Ternyata belum. Masih mengusung kuliner berbahan lokal, Talubi Bika Bogor juga menyodorkan opsi lain mengonsumsi ketan hitam dan talas ubi.  Kedua bahan tersebut diolah menjadi Boston Brownie.  Ada dua varian yang ditawarkan; original dan rasa pandan. Brownies Kukus Ketan Hitam Talas varian rasa Pandan Sensasi dimulai semenjak  unboxing  kemasan dimana aroma si Boston Brownie menyapa indera penciuman terlebih dahulu.  Disusul dengan komposisi indah memanjakan mata antara kontras warna hitam dari ketan hitam sebagai alas kue, kombinasi dengan lapisan berwarna ungu untuk talas ubi.   Atau bagian kue berwarna hijau pandan.  Ma...